Friday, 09 January 2026 | Highlight, Kedinasan, Kelautan, Perikanan

Turut Berkontribusi Swasembada Pangan Nasional, Gubernur Sumut Bobby Nasution Terima Satya Lencana Wirakarya dari Presiden

Gubernur Sumut Terima Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI

Karawang, Jawa Barat — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima tanda kehormatan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Penganugerahan tersebut berlangsung pada kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Tanda kehormatan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Sepanjang tahun 2025, Sumatera Utara mencatatkan surplus produksi dengan capaian padi sebesar 2,75 juta ton gabah kering giling (GKG) serta produksi jagung mencapai 1,2 juta ton. Capaian tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada pangan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan kemenangan strategis bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, kemandirian pangan menjadi fondasi utama bagi kemerdekaan dan kedaulatan sebuah negara.

“Tidak mungkin sebuah bangsa dikatakan merdeka apabila urusan makan dan pangannya masih bergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden.

Presiden juga menyinggung pengalaman Indonesia saat pandemi Covid-19 sebagai pelajaran berharga. Pada masa itu, negara-negara produsen beras cenderung menahan pasokan dan tidak menjual ke luar negeri, termasuk ke Indonesia.

“Pandemi Covid-19 membuka mata kita semua. Ketika krisis datang, negara yang memiliki beras tidak mau menjual kepada kita. Itu adalah peringatan agar bangsa ini tidak lengah dan tidak bergantung kepada bangsa lain, terutama untuk kebutuhan pangan,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa dengan potensi alam yang besar, Indonesia seharusnya mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Luas wilayah, kesuburan tanah, serta kekayaan sumber daya alam merupakan modal utama untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

“Tidak masuk akal bagi saya, negara sebesar Indonesia, yang dikaruniai tanah subur dan sumber daya melimpah, masih harus bergantung pada impor pangan. Ini tidak masuk di hati dan tidak masuk di akal,” tegas Presiden.

Penganugerahan Satya Lencana Wirakarya kepada Gubernur Sumatera Utara menjadi simbol pengakuan negara atas peran daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong kemandirian bangsa di sektor strategis.

Berita Lainnya